1. Allah Maha tahu keadaan kita, lebih tahu daripada kita sendiri. Dia tidak akan pernah mendzolimi hambaNya, hadapilah setiap persoalan sesuai tuntunanNya sambil bergantung hanya kepadaNya.

2. Jangan terjebak oleh rasa takut sebelum menghadapi persoalan, sudah sering kita cemas dan gentar diawal, tapi sesudah dihadapi ternyata tak segawat yang diduga.

3. Berani hidup berarti harus berani menghadapi masalah, jangan takut dan gentar, hadapi dengan benar dan tawakal, karena setiap masalah sudah diukur Allah sesuai kemampuan kita.

4. Gelas bening berisi air bening mudah nampak kotoran yang masuk. Hati beningpun demikian mudah tahu dan sadar setiap kali berbuat kesalahan, peka dan mudah tobat.

5. Persoalan adalah bagian dari kehidupan kita, pasti ada. Mencegah berarti meminimalkan adalah kebaikan, tapi lari dari masalah berarti membesarkan bencana.

6. Gelas kotor berisi air keruh tak bisa mendeteksi kotoran yang masuk. Begitulah hati yang keruh dan kotor tak mau mengaku bersalah walau berlumur dosa dan maksiat.

7. Sikap emosional ciri belum terampil mengendalikan diri. Bagaimana mungkin mengendalikan orang lain dengan baik, bila diri sendiri kurang terkendali. Jangan emosi.

8. Kekuatan terhebat dan terdahsyat dari seorang pemimpin adalah keteladanan. Jangan menyuruh sebelum menyuruh diri, jangan melarang sebelum melarang diri. Rasakan manfaatnya.

9. Alangkah indahnya hari ini jika kita awali dengan wajah cerah, senyum tulus, kata – kata penuh semangat dalam kebaikan, tak ada yang terganggu, yang ada hanya manfaat dan manfaat.

10. Perubahan adalah sesuatu yang pasti terjadi, siapapun yang tak siap dengan perubahan dan tak sungguh – sungguh merubah diri menjadi lebih baik niscaya akan berat menghadapi hidup ini.

11. Hati yang bening akan peka terhadap ladang amal, sehingga apapun yang dia lihat menjadi ladang amal sholehnya, walau sekecil apapun, misal memungut puntung rokok.

12. Air yang menetes terus menerus walau kecil akan melubangi batu. Begitulah kelembutan yang konsisten / istiqomah, merupakan kekuatan merubah sekeras apapun hati, Insya Alloh.

13. Hati – hati ! Kebiasaan mudah mengkritik dan mengoreksi orang lain tanpa memperhatikan niat, etika, dan suasana, niscaya akan membuat kita dijauhi dan tak disukai.

14. Keberanian untuk mengatakan “Tidak Tahu” untuk yang tidak diketahui jauh akan lebih menenangkan dan dihormati daripada selalu ingin kelihatan serba tahu atau sok tahu.

15. Kunci sukses diri 2T ; Terus temukan kekurangan diri, Terus kembangkan potensi diri.

16. Kesombongan merupakan tanda kebodohan, bodoh tidak tahu bahwa dirinya milik Tuhannya, dan bodoh tidak tahu bahwa kesombongan tidak menambah selain kehinaan.

17. Bila cermin kotor, bagaimana mungkin digunakan untuk bercermin orang lain, sedang bercermin diri saja sulit. Begitulah jika hati kotor sulit jadi teladan, karena menilai diri saja tidak bisa.

18. Kemarahan yang tidak pada tempatnya dan tidak dengan cara yang tepat, lebih banyak menimbulkan masalah baru daripada menyelesaikan masalah yang ada.

19. Tidak akan tepat dan adil dalam mengambil keputusan, kecuali diawali dengan mencari informasi, data, dan fakta seakurat dan selengkap mungkin serta tidak emosional.

20. Kurangi kebiasaan menyuruh dan melarang, karena yang penting adalah membuat orang paham, bila paham orang akan melaksanakan dengan kesungguhan dan ketulusan.

21. Jangan terpukau oleh tingginya jabatan, tetapi ingat akan tingginya resiko yang dipikul. Jangan terpesona oleh besarnya kekuasaan, tetapi ingat akan besarnya tanggung jawab.

22. Lari dari tanggung jawab adalah perbuatan yang amat hina, termasuk perbuatan munafik. Kehormatan dan harga diri seorang pemimpin adalah kemampuan memikul tanggung jawab.

23. Pemimpin yang baik bukan yang menuntut bawahannya harus bekerja dengan baik, tetapi sampai sejauh mana dia membantu anggotanya bisa bekerja dengan baik.

24. Sikap arif dan bijaksana adalah kemampuan seseorang untuk memilih yang utama diantara yang terbaik. Oleh karena itu hanya orang yang gemar melakukan yang terbaiklah yang bisa berbuat bijaksana.

25. Kerendahan hati seorang pemimpin merupakan tanda kekuatan dan kematangan pribadinya, yang tidak menjadi sombong dengan kedudukannya. Karena kesombongan tanda kelemahan.

26. Ciri keteladanan kita kurang tulus adalah : banyaknya keluhan dan kekecewaan diri serta melemahnya semangat kita melihat tim belum mengikuti yang dicontohkan.

27. Komentar spontan kita mungkin hanya satu patah kata, tetapi bisa melukai hati dan menimbulkan kebencian mendalam. Oleh karena itu waspadalah walau hanya sepatah kata.

28. Semakin menjadi pemarah, maka semakin tak disukai siapapun. Karena kata, sikap, dan keputusan pemarah lebih cenderung memuaskan nafsu, menyakiti, dan tidak adil.

http://captaincoco.blogsome.com/2006/04/28/kata-kata-mutiara/

date Jumat, 21 Mei 2010

0 komentar to “Kata - kata mutiara”

Leave a Reply: